Ekstraksi

A. Pengertian Ekstraksi
Ekstraksi adalah teknik yang sering digunakan bila senyawa organic dilarutkan dalam air. Pelarut yang tepat (cukup untuk melarutkan senyawa organic seharusnya tidak hidrofob) ditambahkan pada fasa larutan dalam airnya, campuran kemudian diaduk dengan baik sehingga senyawa organic diekstrak dengan baik.
  1. Prinsip-prinsip Ekstraksi
1.    Dasar Proses Ekstraksi di Industri
Dua macam zat cair A dan B yang kepolarannya berbeda, misalnya air dan minyak bila dicamr dan minyak bila dicampurkan akan memisahmenjadi dua lapisan. Jika suatu zat X larut dalm A maupun B, maka larutan X dalam A dapt diekstrak dengan B dan begitu pula jika larutan X dalam B dapat diekstrak dengan A.
2.    Kegunaan Ekstraksi tradisional dalam kehidupan sehari-hari
Kegunaan ekstraksi dalam kehidupan sehari-hari adalah :
-          Penyeduhan tea dan kopi
-          Pembuatan jamu tradisional
-          Pembuatan tapioca
-          Pembuatan santan kelapa
-          Pembuatan cincau

  1. Teknik Pemisahan Campuran Zat Padat atau Zat Cair.
Teknik untuk mengeluarkan suatu komponen campuran dari zat padat atau zat cair dengan bantuan zat cair pelarut dapat digolongkan 2 kategori :
  • Pengurasan (leaching) / Solid Extraction
Yaitu, mengambil komponen padat / cair dalam suatu campuran zat padat. Pelarut yang digunakan dipilih yang dapat melarutkan komponen yang akan diekstrak, tapi tidak dapat bercampur dengan campuran tersebut.
  • Liquid Extraction
Yaitu digunakan untuk memisahkan dua zat cair yang saling bercampur dengan menggunakan pelarut yang melarutkan salah satu zat dalam campuran itu yang lebih dari yang satu lagi.

  1. Pertimbangan untuk menggunakan ekstraksi
Proses ekstraksi menghasilkan larutan ekstrak, yang masih harus dipisahkan dengan proses evaporasi atau distilasi. Oleh karena itu ekstraksi merupakan pilihan ketiga setelah evaporasi maupun distilasi tidak mungkin dilakukan .
  • Pemisahan tidak mungkin dengan distilasi, karena titih didihnya berdekatan.
  • Kebutuhan kalor untuk distilasi terhambat
  • Memerlukan tahapan distilasi yang rumit
  • Campuran membentuk azeotrof
  • Bahan sensitive terhadap panas
  • Bahan bersifat nonvolatil

  1. Ekstraksi Padat-Cair
Ekstraksi padat-cair menggunakan pelarut pilihan yang dapat melarutkan komponen yang akan diekstrak, tapi tidak dapat bercampur dengan campuran tersebut. Peralatan pengurasan menyerupai bagian pencucian pada filtrasi, tapi jumlah zat mampu larut yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan dengan pencucian filtrasi biasa. Dalam operasi ini pengurasan sifat-sifat zat padat mungkin mengalami perubahan. Umpan yang berbentuk zat padat, kasar atau keras dan butir-butir besar mungkin akan menjadi bubur atau Lumpur bila bahan mampu larutan yang terkandung didalainnya dikeluarkan.
    1. Peralatan ekstraksi padat-cair
  • Skala laboratorium
- soxhlet   
- ekstraktor kontinu
  • Skala industri
-    Ekstraktor hamparan padat stasioner
-    Hamparan padat bergerak
    1. penggunaan ekstraksi padat-cair
Ekstraksi ini sering disebut dengan penyarian atau penyeduhan, karena bahan yang akan diambil sarinya harus diseduh menggunakan pelarut tertentu.
  • Ekstraksi yang digunakan untuk pemulihan dari ekstrak alami : minyak atsiri, oleoresin, pewarna, dan bahan makanan.
  • Ekstraksi dengan bahan-bahan berbasis ekstraksi secara umum : tanaman obat, rempah-rempah, biji-bijian, zat organic, buah-buahan, industri obat-obatan, sayur mayur.

  1. Ekstraksi cair-cair
Ekstraksi ini sering disebut sebagai ekstraksi pelarut atau partisioning, yaitu untuk memisahkan senyawa-senyawa berdasarkan kelarutan relatifnya dalam dua cairan berbeda yang tidak saling bercampur. Ekstraksi cair-cair ialah pemisahan senyawa dari fase cair satu ke fase cair yang lain. Dua macam pelarut A dan B tidak saling bercampur, keduanya dapat melarutkan zat X dengan kelarutan berbeda.
    1. Peralatan ekstraksi cair-cair
  • Skala laboratorium      : corong pisah dan ekstraktir kontinu
  • Skala industri              : menara ekstraksi semprot, menara piring perforasi, dan menara aduk.
    1. Langkah-langkah ekstraksi cair-cair skala laboratorium
  • Menakar larutan yang akan diekstrak sebanyak 50 mL dengan gelas ukur.
  • Menakar zat cair pengekstrak sebanyal 50 mL menggunakan gelas ukur.
  • Mencampurkan kedua larutan kedalam corong pisah lalu menutupnya.
  • Menggojok campuran dua zat cair tersebut secara intensif selama 20 menit.
  • Diamkan campuran dua zat cair hingga terbentuk dua lapisan.
  • Memisahkan larutan zat cair tersebut dan diperolehlah larutan ekstrak.
    1. Ekstraksi cair-cair skala industri
Pencampur pengendapan dapat dioperasikan dengan aliran saling berlawanan. Rafinat masing-masing pengendap diumpankan pada pencampur berikutnya, dimana umpan bertemu degan ekstrak anatara pelarut. Prinsipnya sama dengan pengurasan bertahap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

First Love

(mencari) Rias Pengantin di Semarang

Cintaa... I need You