Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Jauh dari mereka? siapa takut !

Gak bisa disebut lagi sebagai anak kecil. Udah cukup untuk mengenal dunia luar. Walaupun berat tapi mencoba dan terus mencoba apa salahnya. Takut jatuh dan terpuruk? so pasti. Tapi kalau terus menerus itu namanya penakut. Diluar sana gak ada yang tau apa yang bakal terjadi nantinya. Hanya Tuhanlah yg mengetahui semua itu. Karena Tuhan ada sutradara nomer 1, sutradara yg mamp mengubah duka menjadi suka, mengubah riang menjad tangis, mengubah kesombongan menjadi saling menghargai. Berbagai karakter yang akan di jumpai diluar sana. Dari yg garam, judes,genit,semena-mena, baik, penolong pasti ada. Karena Tuhan Maha Adil. Hingga suatu hari, seseorang mengutusku untuk menuntut ilmu disuatu lingkungan yang benar-benar asing bagiku. Belum pernah sekalipun aku menginjak daerah itu. Semalam sebelum keberangkatanku, sekilas dalam fikirku "Pasti disana orangnya jahat-jahat". Dan dari itu aku berfikir Tuhan tak pernah adil padaku. Mungkin, sulitku untuk pergi jauh dari mereka, orang-o...

Terimakasih, Cinta

Tepat pukul 00:00 WIB, handphoneku berdering tanpa henti. Aku sontak bangun dari tidurku dan mengangkat handphone mungilku. Ternyata ada seseorang menelphoneku. Ku angkat telphone itu dengan keadaan setengah sadar. "Hallo?siapa ya?" "Selamat ulang tahun Linkus:D ciyee tambah tua o. Ojo tambah mbeling ya, nurut sama mamapapa tambah mancung wes hidungnya" "hloh ini siapa?" sambil wajah heran. Seperti aku pernah mendengar suara itu. Ya itu adalah kamu, orang yang selama 2bulan yang lalu pergi menghilang dari hadapanku tanpa kabar apapun. "Aldino bukan?" tanyaku heran. "Iya sayang *ups" jawabnya dengan ketawa yang khas. "Haha makasih Al makasih. kadonya ditunggu:D" "Iya sipp" Mungkin aku sedang bermimpi. Tidak, ini tidak mimpi. Ini nyata sungguh nyata. Tuhan, benarkah itu dia? Apakah ini kado teristimewaku?. Entah harus apa yang aku lakukan. Tangis air mata yang ku lakukan saat itu. Aku mengingat kebaikanmu lalu...

inikah janji terakhirmu, Cinta

Hari ini adalah awal pekan yang artinya aku harus melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu menuntut ilmu untuk mengejar gelar sarjana Apoteker. Mungkin hari ini aku rasa hari yang biasa karena tak ada yg spesial dipagi ini.Setelah bangun,mandi, dan sarapan aku menuju garasi untuk menyiapkan mobil yg akan mengantarku ke kampus. Tiba-tiba datang seorang pria memakai pakaian rapi dan kepalanya ditutup dengan topi jaketnya. Pria itu tiba-tiba menghampiriku dengan membawakan seikat bunga mawar. Lalu dibukanya topi jaket itu dan ternyata Panji, kekasihku. Aku sontak kaget dan hanya berkata "Panji?". "Iya Putri :)" kata Panji dengan senyum manisnya sambil memelukku. "Ngapain kamu pagi-pagi udah kesini?" "Gak boleh ya? aku kan cuma mau buat surprize aja pas aniv kita yang ke 5thn ini" "Masyaallah inikan tgl 26 Juni ya? Happy Aniversary ya sayang" "nah mau berangkat ke kampuskan? ayo sama aku aja ya?" "oke :)...

Cintaa... I need You

ibarat langit dan bumi yang tak dapat dipisahkan. mereka saling membutuhkan, dan seperti aku yang selalu membutuhkanmu untuk mendampingiku setiap hari. Untuk melengkapi kesempurnaan hidupku. Aku yang hanya seorang remaja labil, seorang remaja yang belum mampu mengendalikan amarah. Aku yang secara nyata kurang mendapatka perhatian penuh dari orang tua karena harus terbagi dengan adik-adik manisku sangat membutuhkan kamu untuk menuntunku menjadi sosok orang yang baik. Aku mengenalmu sebagai pria penyabar,pria yang mampu mengerti aku disaat apapun keadaanku, pria yang mampu membangkitkanku disaat keterpurukanku muncul. Dari sekian kebaikanmu mungkin juga tersimpan keburukanmu. Aku mengenal kamu sebagai pria yang selalu lemah dimata setiap wanita, kamu rela untuk disakitin sekian kali. Namun aku bangga dengan kebaikan darimu yaitu PENYABAR :) itulah sosok pria yang aku butuhkan. haruskah aku teriak kencang utnuk mengatakan "Cintaa.. I Need You"? mungkin aku terlalu pemalu untu...

First Love

saat itu aku berusia 12 tahun. Pada usia itu aku belum pantas dikatakan remaja karena peraliha dari SD ke SMP. Hari demi hari aku lalui bersama kawan-kawanku. Suka duka kami lewati bersama. Hingga suatu hari aku bertemu dengan sosok pria tampan yang berpenampilan cukup gaul. Namun dia tidak satu kelas denganku. Dari hari ke hari dia diam-diam selalu memperhatikanku. Dia sengaja menitipkan surat untukku melalui sahabat SDku teman satu kelasnya. Dalam surat itu dia meminta biodata lengkapku beserta fotoku. Saat itu aku tak sempat percaya apakah ini nyata tau hanya bayangan semu. Dan itu ternyata NYATA :) Hari-hariku penuh berwarna sejak kehadirannya. Perasaanku pun tak menentu jika aku dekat dengannya. Salag tingkahlah selalu ku rasakan. Hingga pada suatu aku merasakan getaran cinta yang paling kuat dan tak pernah kurasakan sebelumnya. Getaran itu terasa saat dia mengucap kata "Cinta" kepadaku :). Hari ke hari, bulan ke bulan, Tahun ke tahun kita lalui bersama. Suka duka pun...

sungguh ini CINTA

Awalnya, aku tak punya rasa apapun kepada seorang pria yg telah seminggu menjadi ke kasihku, sebut saja dia "Aldino". Perasaanku padanya pun awalnya biasa*tak ada rasa takut kehilangan sama sekali*. Hari demi hari kita lalui dengan canda tawa. Suka duka pun kita lalui. Namun perasaan ini tetaplah biasa. Setiap hari perhatian demi perhatian kamu berikan untukku, kasih sayangmu yang tulus selalu k a u torehkan padaku melalui semua tindakan lembutmu padaku.  Kau mampu mebuatku tersenyum disela-sela tangisku, kau mampu membuatku semangat disela-sela keterpurukanku akan begitu banyak cobaan, kau mamou membuatku berarti disetiap hari-harimu. Suatu hari, aku menangis karena masa laluku yg mungkin dianggap semua orang “GAK PENTING” buat ditangisi. Trauma yg mendalam membuatku semakin benci apa itu CINTA. Namun dengan sabar kamu menghadapiku disaat posisi seperti itu dan dengan lembut kamu bertutur “Percayalah padaku Sayang, aku takkan membuatmu s...