Lebih dari mengagumimu, Cinta.
Mungkin jika Tuhan memberiku permintaan
detik ini dan dikabulkan cepat, aku akan meminta untuk dipertemukan denganmu
ditempat dan suasana yang sama. Taman. Ya..itu adalah tempat dimana favorit
kita. Kita saling mengenal ditempat itu. Dengan penampilan sederhana,
kamu terlihat manis. Sekilas aku hanya mengagumimu. Namun makin kesini, aku
makin merasa hal yang berbeda. Lebih dari mengagumi.
Waktu itu, aku
terlalu bodoh untuk mengabaikanmu. Aku terlalu angkuh untuk menatapmu lebih
lama. Aku malah memilih orang yang belum pernah aku temui untuk mengisi semua
hidupku dibanding kamu, seseorang yang sudah ku temui dan mendekatiku dengan
cara lembut. Menyesal. Tak pernah sedikitpun aku menyesal dengan semua apa yang
aku lakukan. Hanya saja aku menyesal kenapa aku begitu mengabaikanmu.
Dimata orang,
kamu begitu sederhana. Tapi untukku kamu begitu lebih dari sederhana. Yang
membuatmu lebih adalah caramu mendekatiku dengan tutur kata sopan dan begitu
menghargai wanita. Tatapanmu. Perilakumu. Tak dapat diungkapkan dengan beberapa
karakter pesan. Entahlah itu hanya sifat didepanku atau apa. Yang pasti aku
cukup dan lebih dari rasa kagum. Sekilas fisikmu memang bukan seperti tipe-tipe
pria yang diinginkan wanita, tetapi aku tegaskan caramu menghargai wanita
cukuplah untuk meluluhkan seorang wanita sejutek dan secuek apapun dia.
Mungkin aku
terkesan memuji, namun sungguh entah kenapa aku ingin berkata ini. Munafik
untukku jika aku menolakmu. Aku takkan mengulangi kesalahanku untuk kedua
kalinya. Bersyukur jika kamu mau menyapaku. Dan bersyukur lagi jika kamu
menemuiku disaat aku berada ditaman itu.
Bolehkah aku
memanggilmu Cinta? dan bolehkah aku merindukanmu setiap saat? bahkan bolehkah aku
bermimpi untuk mendapat perlakuan halusmu lebih?
Cinta, dimanapun
sekarang kamu berada, aku harap kamu selalu baik dan selalu berdoa seperti aku
yang selalu berdoa kepada Tuhan supaya kita bertemu dan bersatu.
untukmu, seseorang yang pernah ku abaikan
Komentar
Posting Komentar